Minggu, 06 Februari 2011

PENDAKI


Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan  perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner(pengait) yang  tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela  bahunya. Pendakian kali ini cukup berat,persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap. Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat,  tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya, membuat tak  seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini  melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat  berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.  Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yang terjal. Tak  mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali dan pengait di  punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah  beberapa kait ditancapkan,tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga,  ada badai salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa  tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai  deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding. Badai itu  terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah,tali-temali dan pengait  telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya  telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak  tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya  tampak memutih. ia tak tahu dimana ia berada. Sang pendaki begitu cemas, lalu ia  berkomat-kamit, memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini.  Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya. Suasana  hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati  kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. "Potong tali itu.... potong tali itu.  Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari  Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin,  memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal?  Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali  pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil  keputusan apa-apa... Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada  tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak  membeku,dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh  itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja.... Teman, kita mungkin kita akan  berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita  mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali  pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke  tanah yang hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali  itulah yang justru membuatnya terhalang.
Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi hamba- Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban,masalah,  hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering mendapati  ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh kita. Mengapa tak  disediakan saja, jalan yang lurus,tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua  halangan itu? Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah   latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti pisau-pisau  yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua ujian, dan latihan itu,ada tersimpan  petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA PERCAYA.

Ya, asal kita percaya.
Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, sehingga mampu membuat  kita "memotong tali pengait" saat kita tergantung terbalik? Seberapa besar rasa  percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau menyerahkan semua yang ada  dalam diri kita kepada-Nya? Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan  terus hal itu dalam kalbumu.

Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,maka penuhilah nuranimu dengan kekuatan  itu.Teman, percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang Pencipta dalam setiap  langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan temukan rasa percaya itu  dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan  tanpa disangka.

10 KEBIASAAN YANG MERUSAK OTAK

1. Tidak mau sarapan.
     Banyak orang menyepelekan sarapan, padahal tidak  mengkonsumsi makanan  di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat  pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada  kemunduran otak.

 2. Kebanyakan makan.
     Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun  kita pada menurunnya kekuatan mental.

 3. Merokok
     Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak kita. Bayangkan,  otak kita bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya. Tak ayal  diwaktu tua kita rawan Alzheimer.

 4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula.
     Terlalu banyak asupan gula akan menyebabkan Kekurangan nutrisi dan    perkembangan otak terganggu.

 5. Polusi udara.
     Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama  berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien 

 6. Kurang tidur.
    Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan  tidur membuat sel-sel otak justru mati kelelahan.

 7. Menutup kepala ketika sedang tidur.
    Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat  berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi  sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

 8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit.
     Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah  ketidakefektifan otak

9. Kurangnya stimulasi otak.
     Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir justru  membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal.

10. Jarang bicara.
    Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. 



 Cukup sampai disini dulu infonya semoga bermanfaat, , , , 

Jumat, 16 April 2010

Sabtu, 27 Februari 2010

Mengartikan iklan lowongan dalam koran

 Bila membaca iklan lowongan kerja di surat kabar, pamflet, majalah, dll., cobalah Anda artikan dulu setiap kalimat yang dituliskannya sebagai persyaratan pelamar kerja. Berikut ini terjemahan ARTI SEBENARNYA yang diterima pada pikiran bawah sadar dari beberapa kalimat tersebut…

- Dibutuhkan tenaga kerja muda, pengalaman tidak mutlak.
artinya: Dibutuhkan tenaga kerja yang siap digaji di bawah standar.

- Menyukai tantangan.
artinya: Akan menghadapi pekerjaan/tugas sulit dimana tidak/belum ada seorang pun di perusahaan tersebut yang sanggup membantu untuk menyelesaikan/ mencari solusinya.

- Bersedia BerkeRja di bawah tekanan/work underpressure
artinya: siap2 jadi sapi perah, bisa kerja rodi/romusha, work hournya bisa 12-16 jam.

- Berkendaraan sendiri.
artinya: Perusahaan tidak cukup modal untuk menyediakan kendaraan dan ongkos transportasi operasional.

- Memiliki SIM.
artinya: Siap-siap merangkap jadi supir pribadi bos.

- Tinggal tidak jauh dari lokasi perusahaan.
artinya: Siap-siap mondar-mandir ke kantor, tak peduli tengah malam, hari libur, atau lagi sakit.

- Berwawasan luas.
artinya: Bidang pekerjaan yang ditawarkan tidak spesifik, siap-siap jadi tukang apa aja atau seksi sibuk sekali.


- Dibutuhkan pria/wanita ….
artinya: Bila kemampuannya hampir sama, maka wanita yang diterima.

- Menjalani masa percobaan selama 3 bulan.
artinya: Pihak perusahaan meragukan kemampuan para pelamar kerja untuk menempati posisi yang ditawarkan. Atau untuk menghancurkan kompetitor dengan menarik keyperson perusahaan kompetitor dengan tawaran 3x lipat gaji tapi mesti melewati probation 3 bulan, setelah itu dipecat dengan alasan tidak perform.

- Mau bekerja dengan sistem deadline.
artinya: Perusahaan sudah memiliki proyek yang harus segera diselesaikan oleh pelamar kerja bila diterima dan siap kerja siang malam sampe matek (dead).

- Mau bekerja dengan sistem kontrak.
artinya: Perusahaan hanya membutuhkan Anda sementara waktu.

- Mau bekerja dengan sistem bagi hasil.
artinya: Perusahaan tidak sudi memodali Anda dan tidak mau menanggung resiko atas kegagalan Anda (resiko tanggung sendiri).

- Jujur.
artinya: Pegawai perusahaan yang sebelumnya menempati posisi yang ditawarkan telah membawa lari uang perusahaan, alias posisinya basah.

- Berat dan tinggi badan ideal.
artinya: Kerja di front office/customer service.

- Menguasai Bahasa Asing (inggris., perancis., …).
artinya: Perusahaan memiliki masalah komunikasi internal & external.

- Dapat bekerja dalam tim.
artinya: Siap ngajarin sesuatu kepada karyawan lain yang belum mengusai sesuatu tsb.


- Berpengalaman kerja di bidang yang sama.
artinya: Perusahaan tidak mengerti apa saja yang menjadi tugas Anda nantinya, diharapkan Anda yang mengajari mereka.

- Menguasai MsWord, Power Point,
artinya: Hanya itu yang mampu dibeli/disediakan perusahaan.

- Freelance dan tidak mengikat waktu
artinya : pasti MLM
Nah, Wat temen - temen uang mau melamar kerja, mohon dipikirkan lebih lanjut Ya!!!!!!



Created by :Mardigu wowiek Prasantyo

Sabtu, 06 Februari 2010

Pikiran manusia


Quote:
Otak sadar manusia layaknya bongkahan gunung es yang muncul di permukaan. Selebihnya berupa alam bawah sadar yang memiliki kekuatan maha dahsyat. Banyak keberhasilan bisa diperoleh dari mengelola alam bawah sadar.

Pernahkah kita berpikir sejauh mana kemampuan otak kita? Yang kita pahami selama ini, kemampuan otak kita hanyalah secara analistik, namun ki¬ta tak pernah menyadari bahwa kemam¬puan otak manusia tak hanya sekedar analistik. Ada banyak hal yang bisa diungkapkan dalam otak.

Secara garis besar, otak manusia terbagi dalam dua bagian, otak kanan dan otak kiri. Otak kiri memproses segala macam angka, matematika, bahasa, hitung-hitungan dan sebagainya. Sementara otak kanan, memproses segala macam keindahan, tata kata tak lagi tersusun secara verbal. Musik dan warna-warna indah adalah basil kerja otak kanan.
Hanya sebatas itukah otak kita? Tidak. Laiknya gunung es yang muncul di per¬mukaan, yang tampak hanya 12 persen saja, 88 persen sisanya masih tenggelam di dalam lautan. Yang 12 persen itu disebut sebagai alam atau pikiran sadar (conscious mind). Sisanya, 88 persen, disebut alam bawah sadar (subconsious). Antara alam sadar dan bawah sadar dibatasi se-buah garis filter yang disebut reticular activating system. Garis ini berfungsi melindungi manusia dari informasi-inforrnasi yang tak perlu, sehingga seseorang tetap terlihat sadar dan waras. Nah, selama ini, kemampuan otak yang digunakan oleh manusia hanya 12 persen, sisanya tenggelam dalam diri kita.

Bayangkan, dengan 12 persen dari keseluruhan otak manusia, kita sudah sedemikian hebat. Bisa hitung-hitungan, bisa menelorkan gagasan-gagasan managemen yang begitu spetakuler, mampu menghasilkan sebuah tayangan televisi fenomenal, dan sebagainya. Lalu bagai-mana kalau kemampuan otak yang 88persen itu kita bisa manfaatkan? Hasilnya tentu saja lebih luar biasa.

“Alam bawah sadar kita sangat kuat sekali. Dalam proyeksi kehidupan, alam bawah sadar ini merupakan sebuah gudang yang luas, yang menyimpan semua pengalaman hidup kita, citra diri kita,” demikian kata RB Sentanu, Direktur Mind Management Center dari Katahati Institute, Jakarta.

Nunu, begitu kerap dia disapa, mengungkapkan alam bawah sadar bisa terprogram. Dan, kata-kata yang negatif lebih cepat diserap dan tersimpan dalam gudang alam atau pikiran bawah sadar. Sebagai contoh, seperti yang dialami Yudi Sujana, seorang Direktur Lembaga Pendidikan Bahasa Asing Interlingua Bandung. Ketika duduk di sekolah dasar, guru Yudi terlihat putus asa melihat nilai matematikanya selalu empat. Sang guru pun berkata, “Kamu bodoh, tak bisa hitung-hitungan.” Seiring pertumbuhan di-rinya, Yudi pun membenci matematika dan merasa bodoh di bidang yang satu ini. “Sebetulnya, ketika dibilang bodoh, tanpa disadari kita mencitrakan diri se¬bagai orang bodoh, dan alam bawah sadar mengambil alih pencitraan diri Anda. Setiap kali Anda mencoba menghitung dan merasa bodoh, alam bawah sadar memasuki pikiran Anda, mengatakan bahwa Anda tidak bisa matematika,” urai Nunu.

Kekuatan alam atau pikiran bawah sadar begitu besar. Kekuatan pikiran bawah sadar dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan tiga sampai tujuh kali lebih cepat, dengan skill relaksasi sebagai keuntungan tambahan. “Jika kita mam pu memanfaatkan gudang kehidupan kita yang begitu besar itu, bayangkan pula bagaimana kehidupan kita kelak,” kata Nunu.

Dan, untuk menularkan ke-mampuan menyingkap kekuatan pikiran bawah sadar itu, pada 1988, bersama kawan-kawannya, Nunu mendirikan Katahati Institute. Lembaga ini bertujuan membantu dan melayani sesama manusia yang memiliki niat untuk berubah dan memutuskan untuk menjadikan dirinya sebagai titik-awal perubahan itu. “Terobosan teknologi penggunaan otak dan pikiran saat ini luas terbukti menentukan keunggulan seseorang dalam profesinya masing-masing,” tutur Nunu.

Bagaimana teknik mengeksplorasi otak dan pikiran tersebut? Sebagai langkah awal, maka perlu dipahami kondisi otak manusia. Yakni, terbagi dalam empat bagian, beta, alpha, theta dan delta.

Kondisi delta adalah kondisi pada saat manusia sedang tidur. Kecepatan gelombang otak pada saat tidur hanya 0,5 sam-pai 3,5 putaran perdetik. Kondisi delta diperlukan oleh tubuh, karena pada saat itu tubuh kita melakukan peremajaan terhadap sel-sel tubuh. Tentu saja, dalam hal ini tertidur lelap, bila kondisi tidak dalam tertidur nyenyak, maka yang terjadi adalah sebagian anggota tubuh kita tidak melakukan peremajaan atau pe-nyembuhan, akibatnya kita sering mengalami rasa sakit saat bangun tidur.

Kondisi theta adalah saat gelombang otak manusia mencapai 3,5 sampai 7 putaran perdetik. Pada saat otak dalam kondisi theta, pikiran pun menjadi kreatif dan inspiratif. Keadaan theta adalah di mana kita bisa bermimpi, berkhayal, dan kalau kita sadari sejumlah filsuf ataupun ilmuwan seperti Thomas Alfa Edison menciptakan sebuah karya spetakuler dalam keadaan Theta. Keadaan theta yang sangat sugestif adalah saat tubuh menyembuhkan dirinya sendiri, seorang penderita kanker bi¬sa sembuh karena menempatkan dirinya dalam kondisi theta. Keadaan theta bisa dibentuk pada saat meditasi. Dalam keadaan theta, pikiran akan menjadi sangat jernih, bahkan tubuh kita pun tak terasa, begitu juga dengan kaki, tangan.

Kondisi yang paling penting untuk menembus pikiran bawah sadar adalah alpha. Dalam kondisi alpha kita bisa membuka pintu gerbang menuju 88 persen kekuatan alam bawah sadar. Kondisi alpha adalah kondisi yang sangat rileks atau sama persis ketika kita berkhayal dan melamun. Kecepatan gelombang alpha mencapai 7 sampai 13 putaran perdetik. Yang membedakan kondisi alpha dengan theta adalah kesadaran kita, alpha masih merasakan anggota tubuh kita.

Sementara kondisi beta adalah kondisi di mana kita bisa sepenuhnya sadar. Dalam kehidupan sehari-hari saat kita terbangun dan memulai aktivitas, maka kondisi tersebut dapat dikatakan sebagai kondisi beta.

Lalu bagaimana cara menembus pikiran bawah sadar kita? Cara yang mudah adalah membalikkan mata kita ke atas dan memejamkan mata, lalu pikiran pun membawa kita ke dalam kondisi alpha, melarutkan kita dalam suasana yang nyaman dan penuh ke dalam kedamaian. “Bayangkanlah sebuah rumah penuh kedamaian, rumah yang nyaman, rumah impian. Lelapkan diri kita ke sebuah kursi yang membawa kita merasa terlena dan sangat nyaman,” tutur Nunu.

Kondisi alpha pun dapat terbangun melalui meditasi. Meditasi yang sempurna adalah kedua telapak tangan saling membuka, pada saat itulah energi alam akan menyatu dan berputar dalam keseluruhan tubuh. Ditunjang sebuah musik yang indah dan syahdu, suasana alpha akan mudah terbangun.

Dalam keadaan alpha, sebuah pintu ke alam bawah sadar terbuka. Saat masuk dan menjelajah alam bawah sadar, kita bisa memprogram hidup kita seperti apa yang kita mau. “Aku bergaji Rp 20 juta bulan April, bahasa seperti itulah yang harus kita ungkapkan,” ungkap Yudi Sujana. Atau, “Aku menikah bulan Januari dengan Mariana.”

Yang perlu diketahui, menurut Nunu, pikiran bawah sadar tidak pernah mengetahui perbedaan antara imajinasi dengan kenyataan. Pikiran bawah sa¬dar tidak pernah memiliki mekanisme untuk mengetahui hal-hal yang nyata ataupun bukan. Ada empat hukum pikiran bawah sadar, yaitu positif, kalimat saat ini (present tense), bersifat pribadi, dan pengulangan. Dalam memprogram diperlukan emosi positif dengan mencurahkan segenap jiwa. Saat meditasi, kita harus membayangkan bahwa keinginan kita benar-benar terjadi. Ketika menginginkan menikah, maka pikiran alam bawah sadar kita tuntun dan ciptakan sebuah visual yang indah. Begitu juga saat kita menginginkan gaji Rp 20 juta perbulan, maka visualisasikan dalam alam pikiran bahwa kita menerima uang sebanyak itu. Jangan sekali-kali menyebutkan kata-kata, “Aku ingin.” Sebab Beta akan mengacaukan keinginan yang disebut dalam Alpha.

Sifat Beta selalu meragukan. Kondisi Beta akan mendorong kita untuk merasa ragu melakukan sesuatu. Karena itu, alam bawah sadar memerlukan sifat tegas, tentu saja dibarengi dengan unsur emosi yang kuat, dalam hal ini hindari emosi negatif, tetapi gunakan emosi positif.